[Tulisan ini saya kutip dari buletin Greenpeace Indonesia edisi pertama]

Perubahan iklim merupakan suatu kenyataan. Saat ini, bumi jauh lebih panas dibandingkan 2000 tahun terakhir. Pada akhir abad 21, jika kecenderungan ini terus berlanjut, suhu global akan merambat lebih tinggi dibandingkan suhu selama dua juta tahun terakhir.

Karbon dioksida dan gas-gas lainnya menghangatkan permukaan bumi secara alami dengan menahan panas matahari di atmosfir. Hal ini memungkinkan planet kita yang indah ini bisa dihuni oleh oleh berbagai mahluk hidup. Tetapi, aktifitas manusia yang berlebihan dalam menggunakan bahan bakar fosil seperti batu bara, gas, minyak bumi dan terjadinya pembakaran serta pembukaan hutan mengakibatkan peningkatan jumlah karbon dioksida secara dramatis di atmosfir bumi dan suhu bumi menjadi meningkat. Hal ini membuat iklim bumi semakin panas. Bahaya apa yang mengancam jika kita gagal melakukan perubahan?

1. Banjir akan meningkat tajam sebagai akibat dari badai tropis dan hujan lebat

2. Gletser-gletser (lapisan es di kutub) dunia akan mencair dalam kecepatan yang mengerikan

3. Kenaikan permukaan laut akan menciptakan ancaman yang tidak hanya menyerang negara kepulauan seperti Indonesia dan negara dataran rendah. Permuakaan laut dapat naik hingga beberapa meter dan membahayakan beberapa kota seperti London, Shanghai, New York, Tokyo dan Hongkong. Diperkirakan bahwa 72 hektar wilayah Jakarta akan tenggelam pada tahun 2030 dan akan meningkat menjadi 160 hektar pada tahun 2050.

4. Kekeringan akan juh lebih sering terjadi, antara lain di Afrika, Asia dan wilayah Mediterania. Jutaan manusia terancam kelaparan, terutama warga negara-negara miskin dan berkembang

5. Kelangkaan spesies akan meningkat seiring dengan sulitnya binatang-binatang, tumbuhan dan ekosistem untuk beradaptasi dengan perubahan iklim yang sangat cepat. Bahaya ini berdampak sangat serius bagi flora dan fauna, terumbu karang, hutan-hutan, padang rumput, wilayah kutub dan pegunungan. Para ilmuwan mengkhawatirkan kemungkinan punahnya sepertiga jumlah spesies yang ada saat ini pada tahun 2050 nanti.

Energi Kotor Penyebab Pemanasan Global

Fenomena pemanasan global diakibatkan oleh akumulasi gas rumah kaca di atmosfer yang memantulkan kembali energi panas matahari ke bumi. Dari mana gas-gas itu muncul? Gas rumah kaca berasal dari pembakaran energi bahan bakar fosil yang kotor, yaitu:

1. Minyak bumi
Merupakan sumber energi utama dan merupakan salah satu sumber utama jenis gas rumah kaca, yaitu CO2. Jumlahnya meliputi 40% dari keseluruhan gas rumah kaca yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Produk-produk minyak bumi digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor, pesawat terbang dan di berbagai pembangkit listrik tenaga uap.

2. Penggundulan hutan
Bertanggung jawab atas seperlima dari total emisi CO2. Pembabatan hutan sangatlah berbahaya karena akan menyebabkan kehancuran keseluruhan sistem iklim.

3. Batubara
Merupakan salah satu sumber utama gas rumah kaca. Pembakaran batubara melepaskan CO2 dalam jumlah yang sangat besar. Walaupun cadangan batubara diperkirakan baru akan habis dalam kurun ratusan tahun ke depan, namun penggunaannya yang tidak terkendali akan menimbulkan bencana iklim global.

4. Gas alam
Mengemisikan CO2 sebanyak setengah dari CO2 yang diemisikan oleh bahan bakar lignite (batu bara muda) untuk setiap kilowat per jam yang dihasilkan.

5. Metana, nitrogen oksida dan gas industri.
Juga merupakan gas rumah kaca yang cukukp penting. Sumber utama metana adalah industri peternakan industri pertanian dan penghancuran hutan. Industri pertanian juga merupakan sumber utama nitrogen oksida. Gas-gas industri yang digunakan sebagai Freon, pendingin udara dan proses kimia juga mencemari atmosfer.