Sebagaimana layaknya seorang astronom amatir saya pun antusias dengan pertunjukan gerhana bulan total tgl 28 Agustus kemarin.

Dengan alasan mau nonton gerhana, akhirnya saya bisa pulang kerja lebih cepat daripada biasanya. Dan alhamdulillah saya bisa sampai stasiun pondok cina pas adzan magrib. Pas nyampe rumah lagi rame, anak dan menantunya khadimahku lagi datang.

Aku, istriku dan Zaid tetap menyempatkan diri menyaksikan gerhana dari salah satu ujung kampungku yang paling gelap. Semuanya antusias.

Tapi ada satu ironi… Saat itu di mushalla dekat rumahku sedang ramai orang. Ternyata mereka bukan sedang ramai-ramai shalat gerhana tapi malah sedang merayakan nishfu Sya’ban. Padahal nishfu Sya’ban adalah bid’ah (amalan dalam agama yang nggak pernah dicontohkan oleh Rasulullah).

Kenapa mereka melakukan yang bid’ah (nishfu Sya’ban) dan meninggalkan yang sunnah (shalat gerhana) ????

Allahulmusta’an