Islam pertama turun pada Nabi Muhammad shallahu’alaihiwasalam kemudian beliau mengajarkannya pada para shahabat beliau. Pada saat itu agama begitu mudahnya. Allah menurunkan wahyu pada Rasulullah, Rasulullah mengajarkannya pada para shahabat, kemudian Rasulullah bersama para shahabat menerapkan wahyu dan ajaran Rasulullah itu persis seperti apa yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya, tanpa ditambah-tambah, tanpa dikurang-kurang.

Setelah Rasulullah wafat, para shahabat radhiallohu anhum mengamalkan Islam juga dengan relatif sederhana. Mereka laksanakan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah dan meninggalkan apa yang dilarang. Mereka saling mengingatkan mengenai ajaran Rasulullah (istilah mutakhirnya sharing knowledge). Jika ada shahabat yang belum mengetahui mengenai hukum suatu perkara, maka dia akan bertanya kepada shahabat lain yang lebih mengetahui dan shahabat lainnya itu akan memberikan fatwa sesuai dengan apa yang pernah diturunkan Rasulullah. Seandainya ada seorang shahabat yang salah dalam menerapkan ajaran Rasulullah, maka shahabat lain akan menasehatinya sampai sahabat yang bersalah itu rujuk atau tetap dalam pendapatnya dengan membawakan dalil langsung dari Rasulullah juga.

Para shahabat, mereka semua ridha kepada dan diridhai oleh Allah beserta Rasul-Nya. Mereka adalah umat yang terpuji, yang adil, yang paling memahami Islam setelah Rasulullah.

Setelah para shahabat, muncullah generasi tabiin dan seterusnya tabiut tabiin. Mereka adalah generasi selanjutnya yang paling memahami agama setelah para shahabat.

Tiga generasi inilah yang dipuji oleh Rasulullah sebagai manusia-manusia terbaik: “Khoirunnasi qorni, tsummalladzinayaluunahum, tsummalladzinayaluunahum: Sebaik-baik manusia pada kurunku, kemudian setelahnya, dan setelahnya”

Yang disebut manusia pada kurunku adalah para shahabat radhiallhu anhum, kemudian setelahnya adalah para tabiin, dan setelahnya adalah para tabiuttabiin. Keunggulan ketiga generasi ini adalah pada pemahaman agamanya, bukan pada penguasaan sainsnya atau kekayaannya atau yang lainnya.

Kesimpulan tulisan yang pertama ini adalah: Generasi yang paling memahami agama adalah generasi Rasulullah dan yang setelahnya dan yang setelahnya (para shahabat, tabiin dan tabiuttabiin).

Jadi, kalau kita ingin memahami agama ini dengan benar… ikutilah pemahaman mereka… Pasti, dijamin benar!!!

(bersambung…)