Blog ini sudah lama tidak aktif pertama karena adanya kesibukan lain.

Kedua, saya juga mulai merintis pindah rumah ke blog lain di ayahzaid.blogspot.com

Anak keduaku sudah lahir pada hari Rabu malam Kamis tanggal 27 Februari 2008. Perempuan, kuberi nama Ainan Salsabila (dipanggil Inan), sesuai dengan usulan istriku, mengambil dari Al Insan: 18.

Kalo Zaid dulu dibilang pinter karena mulasnya mulai terasa pada hari sabtu ketika ayahnya ada dirumah sehingga bisa segera mengantar bundanya ke RS, maka Inan sekarang lebih pintar lagi, mulas-mulasnya terasa pada hari Rabu siang, sehingga ayahnya bisa izin pulang lebih cepat dari kantor dan mendapat cuti ekstra pada hari kamis dan jumat🙂

Kalo Zaid dulu menjadi generasi pertama bayi yang lahir di RSIA Graha Permata Ibu dan fotonya sempat dipajang berbulan-bulan di brosur (iklan) resmi RS tsb, maka Inan menjadi bayi ke-3 yang lahir dengan water birth di RS Bunda Margonda dan bayi pertama yang lahir di bathtub baru khusus water birth di RS tsb.

Kalo pas kelahiran Zaid dulu aku belum berani menemani proses persalinannya, maka pada kelahiran Inan ini aku sudah berani menemani bunda di ruang persalinan. Karena memakai water birth, maka bidannya pun harus khusus didatangkan dari RS Bunda Jakarta. Aku sempat deg-degan mengetahui hal itu. Pada saat itu afterhour hari rabu, bisa dibayangkan betapa padatnya traffic pulang kerja dari Jakarta ke Depok. Aku sedikit lega ketika mengetahui bahwa si bidan memakai KRL untuk menembus traffic jam.

Read the rest of this entry »

[naskah asli tulisan ini dibuat pada 8 Oktober 2001, saya sesuaikan sedikit untuk konsumsi pembaca blog] 

Menarik sekali ketika saya mendapat kesempatan untuk berada di tengah perdebatan antara evolusionis dan kreasionis. Kreasionis mengemukakan pendapatnya bahwa makhluk hidup di dunia ini tercipta dalam keadaan sempurna kompleks dengan disertai bukti-buktinya. Sementara evolusionis pun mengemukakan pendapatnya bahwa makhluk hidup sekarang berkembang dari sederhana menuju ke arah kompleks, dengan disertai bukti-buktinya.

Ketertarikan saya semakin menjadi ketika perdebatan-perdebatan itu telah mengarah ke perdebatan ideologi. Selama ini evolusionis selalu dinisbatkan dengan paham materialistik bahkan ateistik, sementara kreasionis selama ini dinisbatkan dengan kelompok religius.

Memang pertama munculnya darwinisme adalah dalam rangkaian arus materialisme dan sekularisme di barat. Ketika mereka terlepas dari kungkungan dogmatis institusi agama mereka, mereka begitu bangga dan berusaha untuk mencari jati dirinya di luar gama. Ketika itulah mereka mengembangkan berbagai macam prinsip-prinsip dan metode-metode ilmiah yang kemudian mereka gunakan untuk memahami hakikat hidup mereka di dunia ini.

Read the rest of this entry »

Di Arab lahirlah Islam dengan metodologi (manhaj) pemahaman kebenaran yang berdasarkan pada Al Qur’an dan Assunnah dengan kaidah-kaidah tertentu yang baku. Sementara itu di Yunani berkembanglah filsafat dengan metodologi pemahaman kebenaran yang semata-mata berdasar pada akal.

Di masa Rasulullah, antara Islam dan filsafat belum bertemu muka. Masing-masing masih hidup di habitat awalnya masing-masing. Masalah baru muncul ketika daerah kekuasaan Islam semakin meluas dan menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya sudah diinfiltrasi oleh filsafat.

Para ulama terdahulu (ulama salaf) melihat bahwa filsafat memiliki manhaj yang berbeda dengan manhaj baku dalam Islam. Selain itu, filsafat banyak juga mengeksplorasi tentang kebenaran sebagaimana Islam telah menjelaskannya. Filsafat pada awal perkembangannya banyak membahas segala sesuatu yang – tanpa bisa terhidari – terkait dengan konsep ketuhanan baik rububiyah maupun uluhiyah yang selama ini telah baku dalam Islam. Maka para ulama salaf pun bangkit untuk membantah filsafat.

Read the rest of this entry »

Pertanyaan itu sempat mencuat dalam sebuah kesempatan diskusi pada Maddah Sirah Nabawiyah di sebuah Ma’had.

Sebelum diskusi itu, kami sudah menyepakati terlebih dahulu mengenai pengertian tradisi itu sendiri, yaitu sesuatu yang diikuti tanpa ilmu. Pokoknya, yang asal ikut saja.

Diskusi berlangsung hangat dan tak menghasilkan keputusan tegas tentang ada atau tidaknya yang disebut tradisi Islam itu. Namun kemudian muncul pendapat menarik mengenai isu ini. Yaitu tentang bagaimana sebenarnya pemunculan terminologi tradisi Islam itu.

Terminologi ini muncul pertama pada tahun 1920-an, yaitu masa-masa terakhir khilafah Utsmaniyah. Pada saat itu, musuh-musuh Islam dengan gencar menggembar-gemborkan istilah ini. Yaitu bahwa di dalam Islam terdapat tradisi Islam juga.

Read the rest of this entry »