You are currently browsing the tag archive for the 'Manhaj' tag.

Kadang-kadang saya menjumpai beberapa teman saya berprinsip “ngaji jangan di satu tempat aja”, “ngaji ke mana aja asal Islam” atau “ngajilah ke beberapa ustadz (even yang berbeda harokah) sehingga wawasan lebih terbuka, tidak picik, dst, dst”. Tidak jarang mereka membumbuinya itu dengan perkataan “hikmah itu adalah barang temuan orang mukmin, di mana saja dia menemukannya, maka dia yang paling berhak atasnya”.

Padahal seharusnya mereka memahami juga arti perkataan (yang sering teman-teman saya tersebut ungkapkan juga) “Janganlah mengenal kebenaran itu berdasarkan individu-individu tertentu. Kenalilah kebenaran itu niscaya engkau akan mengenal pemiliknya.”

Jadi yang paling penting sebenarnya bukanlah sekedar mendiversifikasikan pengajian kita, namun terlebih penting lagi adalah kita bisa mengenal kebenaran terlebih dahulu.

Read the rest of this entry »