You are currently browsing the tag archive for the 'Astronomi' tag.

Kita kan hidup di bumi dan katanya musti memakmurkan bumi. Trus ngapain juga ngliatin langit (tiap malam). Bintang kan hidupnya jauh di atas sono, sementara kita di bumi. Nggak ada hubungannya kale?

Kalau ngliat sejarah, sebenarnya astronomi itu (pernah) sangat berguna. Ketika teknologi belum berkembang, maka peradaban manusia pun terkait erat dengan langit. Petani dan nelayan menentukan kapan mulai musim tanam dan mulai melaut dengan melihat kemunculan rasi bintang tertentu (bukan dengan melihat kalender). Petani berangkat ke sawah ketika fajar menyingsing dan pulang ketika matahari bersinar terik (mereka tidak bawa jam tangan ke sawah). Nelayan menentukan arah dengan rasi bintang tertentu (bukan dengan kompas apalagi GPS). Anak-anak bergembira ria ketika bulan purnama (bukan malam minggu seperti sekarang). Orang-orang menghibur diri dengan melihat langit dan mengimajinasikan gambar-gambar di langit (bukan seperti orang sekarang yang imajinasinya didikte oleh televisi). Jengis Khan ketika akan menyelundupkan mata-matanya ke pihak musuh akan menghindari saat-saat bulan bersinar (dia nggak pernah dipusingkan oleh radar).

Read the rest of this entry »