Setiap hari kerja, aku selalu melintasi jalur dari Kukusan, Depok ke Stasiun Pondok Cina. Jalur yang biasa bagi kebanyakan orang, tapi istimewa bagi saya. Saya selalu menikmati saat-saat mulai dari menikung dari jalur paving dari Kukusan Kelurahan masuk ke Jalan Lingkar Utama UI. Bagaimana saya melintasi jalan yang menurun dan akhirnya menanjak di jalur menuju menara air atau di jalan utama menuju ke FMIPA. Tak henti-hentinya saya bertanya-tanya dalam diri mengenai bentuk muka tanah yang (menurut saya) luar biasa itu.

Di sisi kanan terdapat Poltek yang bangunan-bangunan utamanya dibangun di tanah yang agak tinggi dengan diapit tanah yang lebih rendah berupa situ (danau) di sebelah timur dan sungai kecil di sebelah barat. Situ Poltek dan sungai kecil itu bergabung dan mengalir ke seberang jalan utama UI menjadi situ di belakang Pusgiwa yang berangkai dengan situ-situ lainnya sampai Danau Salam di dekat Asrama UI. Luar Biasa !!

Read the rest of this entry »

Rukyatul hilal Zulhijjah 1428 H. Arab Saudi dianggap salah?? Bukan berita baru bagi penggiat rukyatul hilal.
Namun berbeda dengan kontroversi sebelumnya yang biasanya berkutat masalah definisi hilal dan metode ummul qura yang berbeda dengan negara-negara lain, kali ini (menurut saya) kontroversinya lebih parah lagi.

Kejadiannya kurang lebih seperti ini…:

Tanggal 9 Desember 2007 di Makkah Al Mukarramah, pada saat matahari terbenam (kurang lebih pukul 17.35), selisih azimuth bulan dan matahari sebesar 3,552 derajat, selisih tinggi matahari dan bulan sebesar minus 4,483 derajat (posisi bulan sudah terbenam), sehingga elongasi 5,717 derajat (semua hitungan ini saya comot dari artikel Analisis singkat penentuan 1 Zulhijjah 1428 H Versi Kerajaan Saudi Arabia tulisan Ma’rufin Sudibyo)

Read the rest of this entry »

[aslinya tulisan ini dibuat pada Februari 2002, saya sajikan kembali dengan editing seperlunya]

Ngotot banget sih? Jihad, jihad, ngapain jihad? Emangnya Tuhan begitu lemah hingga harus dibela dengan jihad?

Memang benar bahwa Tuhan itu mustahil lemah, Alloh itu Maha Kuat. Kata-kata bahwa “Tuhan tidak perlu dibela” (wallahu a’lam) Insya Alloh, memang benar.

Dengan dalih Tuhan tidak perlu dibela, musuh Islam berusaha melemahkan semangat jihad dari umat ini. Mereka berkata bahwa Tuhan itu sudah kuat jadi ngapain berperang untuk Tuhan?

Inti kerancuan pemikiran mereka adalah pada penyamaan istilah agama dengan Tuhan. Padahal sebenarnya Tuhan yang satu itu adalah Alloh. Sementara agama, yang diturunkan oleh-Nya sebagai petunjuk bagi umat manusia itu bukanlah Tuhan.

Read the rest of this entry »

[prolog]

Tulisan ini pertama saya buat pada bulan Februari 2002 saat saya belum ruju’ ke manhaj salaf. Saat ini saya publikasikan kembali dengan edit di sana sini agar lebih sesuai dengan pemahaman saya saat ini.

Sejak awalnya tulisan ini memang agak membingungkan. Tapi insya Alloh tulisan pertama inilah yang akan menjadi dasar dari tulisan-tulisan yang akan saya publikasikan berikutnya yang banyak menyorot mengenai pemikiran sesat dari orang-orang bermanhaj liberal.

[mulai tulisan]

Tulisan ini diilhami oleh sebuah pertanyaan dasar tentang bagaimana seharusnya kita mengagungkan Tuhan dan apakah agama tidak diperbolehkan untuk memasuki wilayah-wilayah duniawi?

Read the rest of this entry »

Anda mengharapkan pembahasan serius mengenai perbedaan manhaj da’wah, uslub da’wah, tokoh jamaah dan seterusnya?? Anda salah tempat…

Yang ada di sini hanyalah pembahasan tak terduga mengenai … ayat-ayat andalan. (hehehehe…)

Tarbiyah ayat andalannya (sepanjang pengetahuan gw) : 

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ اللّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُواْ عِبَاداً لِّي مِن دُونِ اللّهِ وَلَـكِن كُونُواْ رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ

Ali Imran 79
“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang robbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”

Read the rest of this entry »