You are currently browsing the category archive for the 'Sains' category.

[naskah asli tulisan ini dibuat pada 8 Oktober 2001, saya sesuaikan sedikit untuk konsumsi pembaca blog] 

Menarik sekali ketika saya mendapat kesempatan untuk berada di tengah perdebatan antara evolusionis dan kreasionis. Kreasionis mengemukakan pendapatnya bahwa makhluk hidup di dunia ini tercipta dalam keadaan sempurna kompleks dengan disertai bukti-buktinya. Sementara evolusionis pun mengemukakan pendapatnya bahwa makhluk hidup sekarang berkembang dari sederhana menuju ke arah kompleks, dengan disertai bukti-buktinya.

Ketertarikan saya semakin menjadi ketika perdebatan-perdebatan itu telah mengarah ke perdebatan ideologi. Selama ini evolusionis selalu dinisbatkan dengan paham materialistik bahkan ateistik, sementara kreasionis selama ini dinisbatkan dengan kelompok religius.

Memang pertama munculnya darwinisme adalah dalam rangkaian arus materialisme dan sekularisme di barat. Ketika mereka terlepas dari kungkungan dogmatis institusi agama mereka, mereka begitu bangga dan berusaha untuk mencari jati dirinya di luar gama. Ketika itulah mereka mengembangkan berbagai macam prinsip-prinsip dan metode-metode ilmiah yang kemudian mereka gunakan untuk memahami hakikat hidup mereka di dunia ini.

Read the rest of this entry »

Di Arab lahirlah Islam dengan metodologi (manhaj) pemahaman kebenaran yang berdasarkan pada Al Qur’an dan Assunnah dengan kaidah-kaidah tertentu yang baku. Sementara itu di Yunani berkembanglah filsafat dengan metodologi pemahaman kebenaran yang semata-mata berdasar pada akal.

Di masa Rasulullah, antara Islam dan filsafat belum bertemu muka. Masing-masing masih hidup di habitat awalnya masing-masing. Masalah baru muncul ketika daerah kekuasaan Islam semakin meluas dan menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya sudah diinfiltrasi oleh filsafat.

Para ulama terdahulu (ulama salaf) melihat bahwa filsafat memiliki manhaj yang berbeda dengan manhaj baku dalam Islam. Selain itu, filsafat banyak juga mengeksplorasi tentang kebenaran sebagaimana Islam telah menjelaskannya. Filsafat pada awal perkembangannya banyak membahas segala sesuatu yang – tanpa bisa terhidari – terkait dengan konsep ketuhanan baik rububiyah maupun uluhiyah yang selama ini telah baku dalam Islam. Maka para ulama salaf pun bangkit untuk membantah filsafat.

Read the rest of this entry »

Kita kan hidup di bumi dan katanya musti memakmurkan bumi. Trus ngapain juga ngliatin langit (tiap malam). Bintang kan hidupnya jauh di atas sono, sementara kita di bumi. Nggak ada hubungannya kale?

Kalau ngliat sejarah, sebenarnya astronomi itu (pernah) sangat berguna. Ketika teknologi belum berkembang, maka peradaban manusia pun terkait erat dengan langit. Petani dan nelayan menentukan kapan mulai musim tanam dan mulai melaut dengan melihat kemunculan rasi bintang tertentu (bukan dengan melihat kalender). Petani berangkat ke sawah ketika fajar menyingsing dan pulang ketika matahari bersinar terik (mereka tidak bawa jam tangan ke sawah). Nelayan menentukan arah dengan rasi bintang tertentu (bukan dengan kompas apalagi GPS). Anak-anak bergembira ria ketika bulan purnama (bukan malam minggu seperti sekarang). Orang-orang menghibur diri dengan melihat langit dan mengimajinasikan gambar-gambar di langit (bukan seperti orang sekarang yang imajinasinya didikte oleh televisi). Jengis Khan ketika akan menyelundupkan mata-matanya ke pihak musuh akan menghindari saat-saat bulan bersinar (dia nggak pernah dipusingkan oleh radar).

Read the rest of this entry »

Setiap hari kerja, aku selalu melintasi jalur dari Kukusan, Depok ke Stasiun Pondok Cina. Jalur yang biasa bagi kebanyakan orang, tapi istimewa bagi saya. Saya selalu menikmati saat-saat mulai dari menikung dari jalur paving dari Kukusan Kelurahan masuk ke Jalan Lingkar Utama UI. Bagaimana saya melintasi jalan yang menurun dan akhirnya menanjak di jalur menuju menara air atau di jalan utama menuju ke FMIPA. Tak henti-hentinya saya bertanya-tanya dalam diri mengenai bentuk muka tanah yang (menurut saya) luar biasa itu.

Di sisi kanan terdapat Poltek yang bangunan-bangunan utamanya dibangun di tanah yang agak tinggi dengan diapit tanah yang lebih rendah berupa situ (danau) di sebelah timur dan sungai kecil di sebelah barat. Situ Poltek dan sungai kecil itu bergabung dan mengalir ke seberang jalan utama UI menjadi situ di belakang Pusgiwa yang berangkai dengan situ-situ lainnya sampai Danau Salam di dekat Asrama UI. Luar Biasa !!

Read the rest of this entry »

Rukyatul hilal Zulhijjah 1428 H. Arab Saudi dianggap salah?? Bukan berita baru bagi penggiat rukyatul hilal.
Namun berbeda dengan kontroversi sebelumnya yang biasanya berkutat masalah definisi hilal dan metode ummul qura yang berbeda dengan negara-negara lain, kali ini (menurut saya) kontroversinya lebih parah lagi.

Kejadiannya kurang lebih seperti ini…:

Tanggal 9 Desember 2007 di Makkah Al Mukarramah, pada saat matahari terbenam (kurang lebih pukul 17.35), selisih azimuth bulan dan matahari sebesar 3,552 derajat, selisih tinggi matahari dan bulan sebesar minus 4,483 derajat (posisi bulan sudah terbenam), sehingga elongasi 5,717 derajat (semua hitungan ini saya comot dari artikel Analisis singkat penentuan 1 Zulhijjah 1428 H Versi Kerajaan Saudi Arabia tulisan Ma’rufin Sudibyo)

Read the rest of this entry »