Anda mengharapkan pembahasan serius mengenai perbedaan manhaj da’wah, uslub da’wah, tokoh jamaah dan seterusnya?? Anda salah tempat…

Yang ada di sini hanyalah pembahasan tak terduga mengenai … ayat-ayat andalan. (hehehehe…)

Tarbiyah ayat andalannya (sepanjang pengetahuan gw) : 

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ اللّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُواْ عِبَاداً لِّي مِن دُونِ اللّهِ وَلَـكِن كُونُواْ رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ

Ali Imran 79
“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang robbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”

Kalo baru-baru ikut liqo ini dia ayat andalannya (tapi may varied juga sih, tergantung kebutuhan mad’u juga)

Kenapa jadi andalan? Karena di dalamnya disebutkan kriteria orang-orang robbani yaitu mengajarkan dan belajar Al Kitab. Kan, kalo liqo itu (critanya) sang murabbi mengajarkan Al Kitab dan mutarabbinya belajar Al Kitab. Kemudian beberapa hari kemudian si mutarabbi menjadi murabbi di liqo lain dan mengajarkan Al Kitab ke mutarabbi lain dan begitu seterusnya rantai orang-orang robbani ini.

Ayat andalan kedua (menurut gw juga) :

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَAli Imran 103
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Kenapa jadi andalan? Karena di dalamnya ada kata-kata ikhwan. (halah)

Selain itu tarbiyah seneng juga ayat-ayat Surat Asshof dan ayat-ayat pertama Surat Al Anfal. Karena mampu menggelorakan semangat Jihad.

Kalo Hizbut Tahrir ayat andalannya (lagi-lagi sepengetahuan gw)

وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلاَّ ظَنّاً إَنَّ الظَّنَّ لاَ يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئاً إِنَّ اللّهَ عَلَيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ

Yunus: 36
“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

Dan

وَمَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئاً

Annajm 28
“Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran.”

Kenapa jadi andalan? Karena di ayat ini ada kata-kata dzon (dalam ayat itu artinya persangkaan). Dengan ayat itu mereka berkata: “Tuh, kan dzon kan nggak berguna untuk menentukan kebenaran. Hadits ahad kan mengandung dzon… berarti hadits ahad gak bisa dong dijadikan dalil dalam masalah kebenaran yaitu permasalahan aqidah.” (aw kama qola).

Ayat ketiga yang kayaknya (menurut gw) jadi andalan HT juga adalah Al Maidah antara ayat 40 sampai 50. Pokoknya ayat-ayat tentang politik, deh. Ayat-ayat tentang berhukum dengan hukum selain Alloh. Ayat-ayat yang ada “wa man laa yahkum”-nya itu lho. Ditambah ayat “afa hukmal jahiliyyati yabghun…”

Selanjutnya andalan Jamaah Tabligh
Gampang dong…
Udah ketebak dong…
Apa itu ???

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Ali Imran 110
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Karena ada kata-kata “ukhrijat” di dalamnya. “Ukhrijat” itulah “dalil” (menurut mereka) disyariatkannya “khuruj”. [1]

Ayat andalan kedua adalah:

قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللّهِ وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Yusuf 108
“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.”

Karena ada kata-kata ad’u di dalamnya. Ad’u kan da’wah ilallah, mendatangi manusia untuk mengajak kepada Alloh.

Terakhir, ayat andalannya salafiy.
Ini agak sulit, nih… Secara gw salafiy kali ya?
(mudah-mudahan pengakuan gw ini bener menurut Alloh)

Tapi kayaknya ada satu ayat yang jadi andalan:

وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءتْ مَصِيراً

Annisa 115
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu`min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”

Jalan orang-orang mu’min dalam ayat itu adalah jalannya para shahabat, yaitu salafnya orang Islam. Jadi wajib mengikuti cara beragamanya para shahabat.

Gitu deh.

**************

[1] Sungguh, gw senyum-senyum pas nulis sampai sini. Soalnya gw jadi inget leluconnya istri gw tentang dalilnya ikut toriqot kata orang-orang kampungnya yang ikut toriqot. Kata mereka dalil ikut toriqot adalah Surat Al Jin: 16. Kenapa coba?? Soalnya di dalem ayat itu ada kata-kata toriqot-nya.
Ayatnya gini nih:
وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُم مَّاء غَدَقاً
Padahal toriqot di situ kan maksudnya agama Islam :(